KKI-site

Diocese of Brooklyn seal

Keuskupan Brooklyn · Pelayanan Indonesia

Hampir empat dekade sebagai satu keluarga

Didirikan pada tahun 1985, Keluarga Katolik Indonesia (KKI) New York melayani umat Katolik Indonesia di seluruh kota di bawah Keuskupan Brooklyn.

Sekilas

Siapa kami

1985

Tahun berdiri, dan terus berkumpul sejak itu

2×

Misa setiap bulan, dalam Bahasa Indonesia

6

Pelayanan dan kelompok terbuka bagi semua umat

2

Paroki tuan rumah di Queens, New York

Kisah Kami

Satu keluarga paroki, dalam bahasa kita sendiri

Kerasulan Katolik Indonesia di New York (KKI NY) dicanangkan pada tahun 1985 atas gagasan dari Ibu Yvonne Ellong, Bapak F.X. Paul Polax, Bapak Sugiarto Gunadi, Saudara David Triestanto, Ibu Ninik Lapy dan Saudari Olvie Wuaten yang sedang merantau di negeri Amerika. Sebelum munculnya gagasan tersebut, beberapa keluarga Katolik pada saat itu beribadah bersama-sama dengan umat Kristen lainnya di Gereja Oikumene yang dipimpin oleh Pendeta Alice Hermanus Rampengan. Pelayanan ibadah ini lebih didasarkan pada rasa kebersamaan dalam satu bangsa, satu bahasa dan satu Tuhan Yesus yang sama. Namun demikian, mereka masih sangat merindukan adanya Perayaan Ekaristi (Misa Kudus) yang diselenggarakan dalam bahasa Indonesia.

Atas petunjuk dan kehendak-Nya pula, maka pada bulan Januari 1985, Ibu Yvonne Ellong, anggota paroki Gereja St. Michael, Flushing, New York pada saat itu, bersama Romo P. Hardono Hadi, Pr., seorang pastor Indonesia yang bertugas di Gereja St. Philip and James, Bronx, New York (sebelumnya mereka telah bertemu saat ibadah bersama di Gereja Oikumene pada tahun 1984) membicarakan kemungkinan diselenggarakannya Misa Kudus dalam bahasa Indonesia. Dari hasil pertemuan tersebut, terbentuklah sebuah perkumpulan umat Katolik Indonesia yang kemudian direstui oleh pastor setempat, Msgr. Joseph Greenfelder.

Pada tanggal 30 Maret 1985, bertempat di rumah Ibu Yvonne Ellong, 147-32 Roosevelt Ave, Apt. 3B, Flushing, New York, perkumpulan ini memulai Misa Kudus yang pertama dalam bahasa Indonesia.

Penyelenggaraan Misa Kudus ini terus berkelanjutan dari rumah ke rumah di antara umat Katolik yang ada pada saat itu, dan akhirnya mereka sepakat untuk menyelenggarakannya secara rutin pada hari Sabtu keempat setiap bulannya.

Misa Kudus ini dapat diselenggarakan secara berkesinambungan berkat adanya para imam Indonesia yang saat itu sedang tugas belajar di Jesuit Community (Manhattan) dan Maryknoll Seminary (Upstate New York). Pertemuan umat Katolik dalam Misa Kudus ini ternyata memberikan manfaat yang sangat luas dalam saling menguatkan, meneguhkan, dan membantu memurnikan penghayatan iman Kristiani. Atas kesepakatan bersama, perkumpulan ini diberi nama KKI — Keluarga Katolik Indonesia.

Pada tanggal 25 Oktober 1986, beberapa umat KKI menghadiri Misa Multi-Ethnic Liturgical Celebration di Gereja Blessed Sacrament, Jackson Heights, New York, di mana Uskup Joseph O’Keele (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung New York) secara nyata mengakui keberadaan KKI. Sejak saat itu, KKI dimasukkan ke dalam wilayah Most Rev. Rene A. Valero, DD (Vikaris Keuskupan untuk urusan imigran dan pengungsi Brooklyn & Queens). Pada tahun yang sama pengurus KKI mulai mengembangkan perkumpulan ini dengan menerbitkan Newsletter KKI berbahasa Inggris yang pertama, dan pada tahun berikutnya, 1987, buletin ini mulai ditulis dalam bahasa Indonesia oleh Bapak Sugiarto Gunadi.

Akhirnya pada tahun 1994, Uskup Thomas Vose Daily (Bishop of Brooklyn) mengukuhkan berdirinya KKI sebagai Kerasulan Indonesia, yakni menjadi organisasi resmi di bawah naungan C.M.O. (Catholic Migration Office, secara legal bernama Catholic Migration Service, Inc.) dari Keuskupan Brooklyn & Queens. Sejak saat itu, singkatan KKI diubah dari Keluarga Katolik Indonesia menjadi Kerasulan Katolik Indonesia (Indonesian Catholic Apostolate), sebab KKI yang pada mulanya hanya pertemuan keluarga Katolik telah berkembang menjadi kerasulan yang resmi. Kita berkumpul tidak hanya untuk menghadiri Misa Kudus maupun bersosialisasi, namun lebih dari itu kita diberi tugas untuk memuliakan Allah dan memperluas Kerajaan-Nya dengan membantu sesama, menyebarkan kasih Allah, dan menjangkau umat Katolik Indonesia yang tinggal di negeri perantauan ini.

Sebagai hasil legalisasi tersebut, KKI NY dianjurkan memiliki tempat ibadah yang tetap. Bapak Indra Tjahjadi, yang menjadi wakil ketua KKI NY pada saat itu, didampingi oleh Romo Alex Wijoyo, SJ dan Ibu Yvonne Ellong, menghubungi Msgr. Joseph P. Bynon, pastor kepala Gereja Resurrection Ascension. Sebagai hasilnya, KKI NY diizinkan menyelenggarakan Misa Kudus pada setiap hari Minggu kedua dengan memakai kapel yang ada, dan untuk acara besar diperbolehkan memakai gedung gereja serta auditoriumnya sepanjang tidak mengganggu jadwal mereka. Sebagai tanda terima kasih, KKI NY memberi donasi bulanan kepada Gereja Resurrection Ascension hingga saat ini.

Pada tanggal 6 Oktober 1995, dalam rangka kunjungan apostolik ke Amerika Serikat, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II memimpin Perayaan Ekaristi di Aqueduct Racecourse, New York. Romo Alex Wijoyo, SJ dan Ibu Yvonne Ellong mewakili KKI NY, disertai beberapa umat KKI NY lainnya, menghadiri perayaan tersebut.

KKI NY juga turut aktif dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Msgr. Ronald T. Marino, direktur C.M.O. pada masa itu, termasuk menghadiri perayaan Jubilee C.M.O. yang ke-25 di Gereja Basilica of Our Lady of Perpetual Help, Brooklyn, New York. Partisipasi aktif ini mendorong semakin kokohnya keberadaan KKI NY sebagai wadah umat Katolik Indonesia yang diakui resmi oleh C.M.O. dari Keuskupan Brooklyn & Queens.

Berdasarkan data yang masuk hingga tahun 2011, jumlah umat yang terdaftar di KKI NY adalah lebih dari 225 keluarga dan mudika, atau sekitar lebih dari 391 orang umat, tidak termasuk keluarga-keluarga dari New Jersey dan New Hampshire.

Walaupun KKI bukanlah organisasi keagamaan yang berbentuk gereja, melainkan sebuah wadah berkumpulnya umat Katolik Indonesia, perkumpulan ini terus bertumbuh hingga ke New Jersey dan New Hampshire. Kita selalu dianjurkan untuk berbaur ke dalam paroki-paroki setempat di mana kita tinggal. Inilah misi KKI yang sebenarnya, yaitu menjangkau dan berbaur. Walaupun tempat tinggal kita berjauhan, dengan kasih-Nya dan rasa kebersamaan, kita dikumpulkan sebulan sekali pada Misa yang Kudus.

Dari arsip kami

Ulang Tahun ke-25 Kerasulan Katolik Indonesia di New York
September 2011

Tapestry of Faith: Kerasulan Indonesia
2009

Setiap Misa adalah kepulangan, kesempatan untuk beribadah dalam bahasa kita sendiri, dikelilingi keluarga.
Rm. Alberto, priest of KKI New York
Rev. Aloisius Albert, C.S.
Kerasulan Indonesia

Yang Kami Perjuangkan

Visi & Misi

Visi

Mewujudkan komunitas sebagai Rumah Kedua yang hangat dan inklusif bagi setiap anggotanya. Menghadirkan pelayanan yang berlandaskan kasih, digerakkan oleh semangat gotong royong, dan selalu mengedepankan dialog kekeluargaan untuk melangkah maju bersama.

Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, kami berkomitmen untuk:

Menghadirkan Oase Spiritual

Menyelenggarakan Misa Berbahasa Indonesia secara rutin untuk merawat iman sekaligus mengobati kerinduan umat pada suasana ibadah di tanah air.

Merayakan Iman dalam Persaudaraan

Menggelar perayaan hari besar gereja dan hari besar lainnya (Natal, Paskah, Thanksgiving dan lainnya) yang tidak hanya sakral, tetapi juga penuh suka cita dan mempererat tali silaturahmi antar umat.

Menjadi Jembatan Pastoral yang Andal

Memfasilitasi dan mendampingi umat dengan sepenuh hati dalam proses penerimaan sakramen-sakramen gereja melalui sinergi yang erat dengan paroki setempat.

Memberdayakan Energi Kaum Muda

Merangkul, mendengar, dan memberikan ruang kreatif bagi kaum muda untuk tampil aktif mengambil peran dalam pelayanan gereja dan komunitas.

Menghidupkan Komunitas Berdoa

Mengembangkan dan memberikan dukungan penuh pada kelompok-kelompok doa serta aktivitas pembinaan rohani agar iman umat bertumbuh semakin subur.

Membangun Sinergi Lintas Komunitas

Membawa nama baik komunitas dengan berpartisipasi aktif dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan paroki lokal maupun organisasi gereja lainnya.

Menjadi Saluran Berkat yang Nyata

Menggerakkan aksi-aksi sosial dan pelayanan kemasyarakatan agar kehadiran kita benar-benar bermanfaat bagi sesama.

Menjadi Duta Kebanggaan Diaspora

Mengambil peran aktif dalam melestarikan, merayakan, dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di lingkungan tempat kita tinggal.

Menjaga Kesinambungan yang Solid

Menghargai dedikasi pengurus terdahulu dengan melanjutkan serta menyempurnakan program-program kerja yang telah terbukti membawa dampak positif bagi umat.

Kepemimpinan Kami

Para Ketua

Sejak 1985, komunitas ini dipercayakan dari satu tangan ke tangan berikutnya. Berikut mereka yang pernah memimpin KKI New York dan Mudika.

Para Ketua KKI New York

Nama
Periode
Bapak Bartholomeus Sugiharto
1985–1987
Romo P. Hardono Hadi, Pr.
1987–1989
Bapak Kris Nursantono
1989–1991
Bapak F.X. Paul Polax
1991–1995
Ibu Yvonne Mantiri Ellong (+)
1995
Bapak Ign. Indra Tjahjadi
1995–2001
Bapak Budi Lodewijk (+)
2001–2003
Bapak Frans Samosir
2003–2007
Bapak VF Oentoro Jatikusuma
2007–2011
Bapak Nofi Siregar
2011–2017
Bapak Andry Kusumoputro
2017–2024
Bapak Pierre Tambuwun
2024–2026
Ibu Etik B. Mangesti
2026–

Para Ketua Mudika New York

Nama
Agung Hertanto
Yanthi Hertanto
Henny Widharmono
Oscar Manusama
Jerry Tombokan
Paul Santoso
Juliana Atmadja
Ganny Tombokan
Nofi Siregar
Hans Alvianto
Ira Paula
Jemmi Sjam
Maria Ku
David Sugyanto
Ade Susanto "Akai"
Rafael Heryapriadi
William Santosa
Devika
Priscilla Natadiwdjaja
Patricia Natawidjaja
Dominique Silaban
Bianca Supit
Christanto Nugroho

Tanda (+) menandakan almarhum. Nama disusun menurut urutan masa jabatan.

Baru di Sini?

Yang bisa Anda harapkan pada hari Minggu

Datang apa adanya

Tidak ada aturan berpakaian dan tidak ada meja pendaftaran. Datanglah beberapa menit lebih awal, dan seseorang di pintu akan membantu Anda mencari tempat duduk.

Sekitar satu jam

Misa dirayakan dalam Bahasa Indonesia dan berlangsung kurang lebih satu jam. Pengakuan Dosa tersedia sebelumnya, jadi tanyakan kepada petugas.

Tinggallah untuk makan bersama

Aula terbuka setelah Misa untuk makan dan berbincang. Tidak ada yang akan meminta Anda memperkenalkan diri di depan umum.

Tidak. Misa memang dirayakan dalam Bahasa Indonesia, tetapi komunitas kami dwibahasa, dan pasangan, teman, serta anak-anak yang hanya berbahasa Inggris pun merasa betah di sini.

Tentu. Anak-anak disambut di setiap Misa, dan Sekolah Minggu kami mengadakan pembinaan iman serta cerita Alkitab bagi mereka sepanjang tahun.

Datanglah ke Misa, tinggallah untuk makan bersama, dan sapalah kami, karena itu sungguh langkah pertamanya. Untuk didaftarkan sebagai anggota dan menerima buletin bulanan, isi formulir pendaftaran.

Bergabunglah dengan salah satu pelayanan, menjadi sukarelawan pada perayaan, atau persembahkan intensi Misa. Bila ingin memberi dukungan dana, hubungi kami dan kami akan menjelaskan cara persembahan dikumpulkan dan dilaporkan.

Diocese of Brooklyn seal

Rumah Kami

Bagian dari Keuskupan Brooklyn

KKI New York adalah Pelayanan Indonesia dari Keuskupan Brooklyn, yang melayani umat Katolik di Brooklyn dan Queens. Misa kami dirayakan dalam persekutuan penuh dengan keuskupan, di paroki-paroki yang membuka pintunya bagi kami.

Scroll to Top